Sambutan Ketua STTM Muhammadiyah

Masa sekarang ini kebutuhan akan insinyur sangat banyak. Menurut pendapat saya, mayoritas sarjana kita, adalah non-eksakta, artinya jumlah insinyur di Indonesia ini sedikit dibandingkan dengan  ekonom, sarjana hukum atau sarjana politik. Biarkanlah para sarjana politik atau sarjana yang berdebat soal pilkada, pilpres, undang-undang, poligami, aborsi dan berbagai masalah sosila politik lainnya, kita para insinyur, mari kita fokus kepada peningkatan mutu, baik mutu kelilmuan teknik industry dan teknik fisika dan mutu kemmpuan praktek keinsinyuran maupun mutu SDM para insinyur. Dikaitkan dengan sekolah kita yang bernafaskan islam, maka kita bangun para insinyur yang berahlaqmulia dan bertakwa kepada Tuhan Yang Maha Kuasa, apapun agama mereka. Maaf ini saya sampaikan sebab di STTM Muhammadiyah ini, alumninya selain beragama islam, banyak pula non-muslim. Sebab, persyarikatan Muhammadiyah, berkiprah untuk nusa, bangsa dan Negara tanpa memasalahkan suku maupu agamanya. Para insinyur muda selamat berjuang, semoga Allah SWT, Tuhan yang Maha Kuasa, melindungi perjuangan kalian dan membimbingnya kearah yang benar. Carilah kepuasan yang bersifat abadi dan menjadikan jiwamu tenang dan tentram, jangan mencari kepuasan sementara yang membuat perasaan galau dan akhirnya tertangkap KPK.

 

Terima kasih kepada rekan-rekan dosen pejuang, yang walupun dengan honor yang minim, lokasi yang jauh dari tempat tinggal, ternyata bapak dan ibu dosen ini, tulus dan ikhlas berjuang bersama mencerdaskan kehidupan bangsa, inilah hasil perjuangan bapak bapak, mereka akan segera dilantik menjadi insinyur pada wisuda kali ini. Kepada pimpinan Muhammadiyah, kepada Kopertis dan pemerintah daerah yang membatu semua. Saya atas nama pimpinan STTM mengucapkan terima kasih. Semoga Allah SWT Membalas segaala kebaikkan yang kami rasakan. Wabillahit taufik Walhidayah, Wassalam Wr.Wb.